in

LoveLove

Fitrah Noho : Jangan Pernah Merasa Perjuangan Kita Telah Cukup!

Fitrah Noho dalam aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law

Beberapa hari lalu, sempat viral di berbagai platform media sosial, beberapa foto HMI-Wati yang sedang berorasi menolak pengesahan undang-undang Omnibus Law. Di atas mobil komando, mereka berteriak lantang. Tampak garang dengan megaphone di tangannya.

Salah satu sosok itu bernama Fitrah Dwi Sari Noho. Kerap disapa Fitrah Noho. Ia adalah Ketua Umum HMI Cabang Luwuk Banggai. Meski dari kaum perempuan, Fitrah Noho sepertinya tak mau kalah dengan kebanyakan aktivis pria. Ia tak ragu memimpin massa aksi. Berteriak dengan lantang memberi komando pada peserta aksi.

Dalam kesempatan kali ini, redaksi Historia HMI mencoba untuk mewawancarai salah satu singa podium HMI-Wati yang juga alumnus Fakultas Fisip Universitas Muhammadiyah Luwuk itu. Berikut petikan wawancaranya :

Fotonya sempat viral kemarin, memang sudah biasa turun aksi?

Kalau foto yang viral itu foto aksi setahun yang lalu. Tapi memang saya doyan kalau soal aksi.

Dari beberapa aksi yang pernah diikuti, mana yang paling berkesan?

Bagi saya, setiap aksi punya kesan masing-masing. Tapi aksi kali ini yang membuat saya terkesan sekali.

Mengapa?

Karena ada GERAM (Gerakan Rakyat dan Mahasiswa),  sebuah aliansi yang kami buat untuk mewakili suara rakyat.

Aliansi ini terdiri dari kelompok mana saja?

GERAM adalah singkatan dari Gerakan Rakyat & Mahasiswa Kab.Banggai. Ada banyak elemen yang tergabung di dalamnya.  Ada organisasi mahasiswa, pemuda, buruh, dan ormas-ormas.

Fitrah Noho saat berorasi dalam sebuah aksi demonstrasi

Selama turun aksi, isu-isu apa saja yang menjadi concern advokasi bersama kawan-kawan gerakan?

Kami sering mengawal kasus-kasus agraria yang terjadi di Kabupaten Banggai karena begitu banyaknya investor yang masuk di sini.

Lalu kasus-kasus agrarian apa saja yang dikawal bersama teman-teman gerakan di Banggai?

Kalau di Banggai, banyak mengenai sengketa lahan karena Banggai masuk dalam sektor pertambangan. Ada beberapa kasus yang pernah kami kawal bersama kawan-kawan. Di antaranya penggusuran paksa rumah warga Tanjung Sari dan dampak lingkungan dari tambang Nikel yang ada di Kab.Banggai.

Dari undang-undang Omnibus Law yang kemarin mendapat penolakan berbagai elemen gerakan, terutama terkait dengan kluster agraria, dari sisi mana yang terdapat ketimpangan di dalamnya?

UU terdampak terkait agraria yang masuk RUU Cipta Kerja, diantaranya UU No. 39 Tahun 2009 tentang Perkebunan, UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Sebab pemerintah menganggap proses pengadaan tanah/lahan saat ini menghambat investasi, sehingga sejumlah regulasi itu perlu direvisi melalui mekanisme omnibus law.

Bagi sebagian kalangan, terutama pengusaha dan pemerintah, investor itu menjadi sesuatu yang bisa membuka lapangan kerja bagi suatu daerah. Alasan-alasan apa yang membuat Fitrah dan kawan-kawan melakukan penolakan terhadap investor yang masuk ke Banggai?

Karna perusahaan yang masuk tidak pernah merealisasikan program-program CRS dari perusahaan. Padahal hal ini telah dijanjikan kepada masyarakat. Bahkan ada beberapa perusahaan di Banggai yang tidak memiliki amdal dan memberikan dampak buruk bagi masyarakat yg memiliki hunian dekat dari perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan-perusahaan itu juga tidak memberdayakan masyarakat untuk dipekerjakan. Perusahaan-perusahaan itu lebih banyak mengambil pekerja dari luar daerah yang didatangkan ketimbang merekrut pekerja local.

Selama ini, aksi demonstrasi sangat identik dengan aktivitas kaum pria. Dengan munculnya beberapa aktivis perempuan yang tampil di panggung-panggung demonstrasi kemarin, hal ini kemudian mengubah citra perempuan. Menurut pandanganmu, apa sih tugas dari kaum perempuan?

Menurut saya, landasan awal saya berani untuk demonstrasi karena mencoba untuk menghapus stigma yang melekat terhadap perempuan mengenai teori kasur, sumur, dapur dan mengatakan perempuan itu lemah dsb. Dalam kesempatan kali ini, kami membuktikan bahwa sesungguhnya perempuan itu mampu berbuat lebih untuk kemaslahatan umat dan bangsa tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan.

Menurutmu, dengan aktivitasmu di HMI, terutama sebagai Ketum HMI Cabang Luwuk Banggai, kesan apa sih yang ingin ditampilkan ketika muncul di media massa?

Saya pribadi tidak pernah menyangka juga kalau akan seviral itu. Makanya sempat kaget juga saat lihat medsos sudah ada poster foto dimana-mana. Tetapi, secara pribadi saya bersyukur. Mungkin dengan cara seperti itu bisa menjadi propaganda media dan dilihat seluruh perempuan dimanapun berada, bahwa ada satu pembuktian, bahwa perempuan itu tidak lemah bahkan dapat mengambil peran dalam hal ini.

Dengan kondisi internal HMI yang sedang mengalami karut marut seperti saat ini, apakah hal ini bertentangan dengan niatmu memilih HMI sebagai wadah dan kawah candradimuka dalam berproses?

Terlepas dari kondisi internal HMI yang lagi tidak harmonis, saya sangat bersyukur karena telah terlahir dari rahim hijau hitam dan diberikan kesempatan untuk berproses dirumah ini. Saya tidak pernah menjadikan konflik sebagai suatu masalah dalam proses. Tetapi, hal itu saya jadikan pembelajaran untuk mencari jati diri yang sesungguhnya. Dan semua itu hanya saya dapatkan di HMI.

Pesan apa yang ingin disampaikan kepada aktivis HMI, terutama aktivis HMI-Wati di seluruh Indonesia?

Untuk seluruh HMI-Wan dan terkhusus HMI-Wati, tetaplah menjaga ritme pergerakan dan semangat dalam mengobarkan api perjuangan rakyat. Jangan pernah merasa perjuangan kita telah cukup. Teruslah memberikan edukasi yang bernilai ibadah terhadap umat dan bangsa karena kita juga adalah harapan masyarakat Indonesia, dan KOHATI tetap menjadi tiang negara yang berakhlakul karimah (*)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by historiahmi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

1963-1966 : Tahun-tahun Tantangan Bagi HMI Menghadapi PKI (Bag.1)

Memaknai Undangan Amerika Serikat Untuk Prabowo